Ini Hidupku, Aku yang Paling Berhak
Ternyata aku tidak pernah cukup di mata kalian Aku tidak pernah sama dengan aku dalam impian kalian. Lahir Aku terlalu sombong memilih jalan lahir. Entah apa yang ada di pikiran bayi mungil ini kala itu. Apa aku dulu berpikir lahir dari orangtua konglomerat? Mengapa dengan percaya diri memilih jalan dengan harga mahal? Balita Wah betapa aku sangat di elu-elukan mereka. Aku merangkak, berjalan, bahkan mampu berbicara lebih dulu dari bayi-bayi yang seumuran denganku. Betapa mereka bangga meneceritakannya padaku tempo hari, bahkan sering sekali diceritakan ulang. Anak-anak Aku versi anak-anak adalah kenangan yang aku sendiri mulai tahu bagaimana adegannya. Tanpa perlu di ceritakan ulang oleh mereka. Aku kala itu merasa sudah harus bersaing dengan sepupu dan teman-temanku. Aku akan di banding-bandingkan dengan mereka jika aku tidak mampu menghafal doa sholat lebih dulu daripada sepupu dan temanku. Lalu aku akan di terbangkan ke udara saat aku juara pertamanya. Atau...